Diberdayakan oleh Blogger.
Konichiwa minna-san, ada yang pengen sekolah ke Jepang? Jepang memang salah satu tujuan favorit bagi banyak pelajar pelajar asing untuk meneruskan pendidikan mereka. Faktor mutu pendidikan yang baik tentu menjadi alasan kuat untuk menimba ilmu di negri sakura, kendala yang terkadang membuat minna-san berpikir dua kali adalah biaya yang bisa dibilang tergolong tinggi. Tapi apakah minna-san rela menyerah dan membuang impian minna-san begitu saja hanya karena faktor “M” ini? jika jawaban minna-san “tidak” silahkan teruskan untuk membaca postingan ini sampai selesai. :)

Anggaplah sekarang minna-san sudah memiliki niat kuat dan berani melawan keterbatasan minna-san akan faktor “M” ini. Jika ada kemauan pasti ada jalan, “Beasiswa” Jalan ini tersedia bagi minna-san yang memiliki kemauan dan niat yang kuat untuk menimba ilmu di negri sakura, kalo ada kesempatan untuk bisa belajar di Jepang tanpa harus pusing mikirin biaya, itu patut minna-san coba. Hal yang perlu minna-san ketahui adalah mulai mengenal peluang peluang apa saja yang tersedia dan cocok untuk minna-san.

Beasiswa ke Jepang itu ada banyak banget lho minna-san, untuk itu minna-san gak perlu lagi mikirin yang namanya kesempatan soalnya kesempatan itu memang sudah bertebaran dan hal yang minna-san perlukan hanya memilih kesempatan dengan peluang yang cocok untuk minna-san. Pertama tama minna-san harus mengenal apa saja jalur beasiswa serta jenis jenis beasiswa ke Jepang yang tersedia saat ini. Menurut JASSO Jenis beasiswa dibagi menjadi dua berdasarkan pengajuan permohonannya yaitu beasiswa before enrollment yang minna-san dapatkan sebelum keberangkatan dan beasiswa after enrollment yang disediakan pada saat di Jepang setelah minna-san menempuh rentang waktu pendidikan tertentu pada institusi pendidikan tersebut. Berikut tabel dari ke dua jenis beasiswa ini,

1. Beasiswa before enrollment


2. Beasiswa after enrollment

Selain itu beasiswa dibagi pula berdasarkan jenis penerimanya yaitu:

-Beasiswa untuk mahasiswa jenjang Universitas kebanyakan berada pada jenjang undergraduate atau setara S-1 jika di Indonesia, akan tetapi juga ada beberapa yang menawarkan pada jenjang yang lebih tinggi khususnya untuk program Master.  

-Beasiswa Research Student, diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian atau riset tertentu dan biasanya disertakan surat rekomendasi dari Universitas asal yang akan disampaikan kepada universitas tujuan yang berada di Jepang.

Program beasiswa ke Jepang memang sangat banyak jenis dan jalurnya, untuk itu langkah selanjutnya yang harus minna-san lakukan adalah “tetap update” dengan info info beasiswa Jepang terkini agar bisa menemukan kesempatan yang cocok untuk minna-san.  Minna-san butuh media yang menjadi sumber informasi utama minna-san. Kalo kita search di google dengan keyword “Beasiswa Jepang” bakal ada jutaan situs yang bisa minna-san pilih sebagai sumber informasi terkini, tentunya tidak semua dari situs itu bisa menjadi sumber informasi yang tepat. Agar mempermudah minna-san, beberapa situs ini bisa menjadi referensi informasi terkini untuk beasiswa ke Jepang.

1. JASSO Official website

Lembaga Independen yang  berada dibawah naungan MEXT (Kementrian Pendidikan, Budaya, Olahraga, dan Teknologi) Jepang ini sudah sangat terkenal dalam bidang penanganan support pendidikan bagi pelajar pelajar yang ingin meneruskan pendidikannya di Jepang. Update tentang Informasi beasiswa Jepang terkini selalu tersedia di website ini, tidak hanya itu saja minna-san pun bisa mengetahui banyak informasi informasi penting lainnya mengenai studi di Jepang seperti menyusun study plan, Informasi berbagai macam program student exchange, hingga pendaftaran EJU (tes kemampuan akademik dan bahasa untuk calon mahasiswa Internasional pada tingkat S-1)

Untuk lebih mempermudah minna-san dalam mengakses ketersediaan informasi, beruntungnya JASSO juga menyediakan website berbahasa Indonesia yang merupakan official website dari Kantor cabang JASSO yang berada di Indonesia, jika minna-san punya waktu lebih tidak ada salahnya untuk bertanya dan berkonsultasi langsung ke kantor cabang yang berada di Jakarta, berikut alamat lengkapnya:
JASSO Japan Educational Information Center, Jakarta
Lantai 2, Summitmas Tower 1, Jl. Jenderal Sudirman KAV 61-62, Jakarta
Tel: 021-252-1912

2. Official Website Kedutaan Besar Jepang di Indonesia

Salah banget nih minna-san kalo punya niat pengen ke Jepang tapi gak pernah sekalipun mampir ke website resmi Kedubes Jepang di Indonesia ini. Siapa bilang kalo website kedubes Jepang cuma sebatas tempat buat apply visa bagi yang pengen jalan jalan ke Jepang, minna-san salah gaul nih kalo sempet mikir sesempit itu. Buat para pemburu beasiswa ke Jepang justru web ini jadi salah satu sumber informasi utama, soalnya ada banyak banget info info penting dan menarik bagi minna-san yang berminat untuk meneruskan pendidikan ke Jepang.

Contohnya aja nih beasiswa “Monbukagakusho” yang paling terkenal alias paling mainstream dari semua jalur beasiswa ke Jepang, mulai dari tanggal tes nya, pengumuman hasil akhir seleksi, dan juga contoh soal tes Monbukagakusho dari tahun tahun sebelumnya tersedia untuk minna-san download di sini sebagai referensi persiapan belajar.

Tidak hanya sebatas Monbukagakusho saja nih minna-san, Info info seputar beasiswa lainnya yang ditawarkan dari perusahaan Jepang maupun institusi terkait bakal terus di update di web ini, belum lagi ada banyak program short term course yang menarik seperti program JENESY J-POP culture yang memberi kesempatan bagi para mahasiswa Indonesia pencinta POP-Culture Jepang untuk belajar dan merasakan langsung kebudayaan POP-Culture di Jepang!!  seleksi program ini baru saja selesai diselenggarakan dan akan diumumkan hasilnya pada akhir agustus 2013,  hayo.... apa minna-san melewatkan info berharga ini? makanya sering sering main ke website Kedubes Jepang ini ya minna-san, pokoknya rugi deh kalo gak masukin website ini ke dalam list bookmark minna-san.


3. Global 30

Merupakan website dari sebuah project spesial dari pemerintah Jepang, kenapa spesial? Bayangkan deh kalo minna-san bisa meneruskan pendidikan pada jenjang perkuliahan di salah satu universitas ternama di Jepang tanpa harus mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk bisa berbahasa Jepang. Yaap!! itulah program “Global 30”, melalui program ini minna-san bisa mendaftar ke salah satu universitas yang tergabung dalam project “Global 30” dengan memilih jurusan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kegiatan belajar mengajar sehari hari.

Program “Global 30” juga mengadakan berbagai seminar sebagai sarana memberikan informasi lebih lanjut di berbagai negara termasuk juga Indonesia, pada awal tahun 2013 Educational Seminar ini diadakan di Jakarta dan Bandung. Minna-san juga bisa mendownload berbagai brosur informasi dalam format PDF. Di website ini, minna-san juga dapat melihat satu persatu profil universitas yang tergabung dalam program ini, serta beasiswa beasiswa yang tersedia langsung dari universitas tersebut dan juga berbagai pilihan jurusan dari masing masing universitas.

13 Universitas ternama yang tergabung di program ini menyediakan berbagai macam jurusan khusus untuk mahasiswa Internasional yang dimana bahasa pengantar belajar mengajarnya menggunakan bahasa Inggris. Kemudahan lainnya adalah tes seleksi untuk program ini tidak mengharuskan minna-san untuk datang langsung ke Jepang dan mengikuti tes pada universitas tujuan minna-san, cukup dengan menggunakan media seperti skype untuk melakukan wawancara serta beberapa tes yang telah dirancang oleh masing masing Universitas. Jadi jika nantinya minna-san berhasil lulus dan diterima, minna-san akan belajar bersama mahasiswa internasional yang datang dari berbagai negara, merasakan belajar di Jepang dalam komunitas Internasional merupakan pengalaman yang tidak mudah untuk ditemukan dibanyak universitas lho minna-san.   


4. Pondok Beasiswa PPIJ

Website yang digalang oleh PPIJ (Persatuan Pelajar Indonesia Jepang) ini juga memiliki info info yang lengkap tentang berbagai macam beasiswa Jepang. Tampilan website yang simpel dan 3 menu utama pada headernya membuat minna-san dapat leluasa mengakses berbagai macam konten info info beasiswa yang tersedia di website ini.

Hal yang menarik adalah website ini menyajikan kumpulan berbagai kisah inspiratif dari mahasiswa Indonesia yang menjadi penerima beasiswa di Jepang, kisah kisah perjuangan dalam tes beasiswa, pahit manis nya menjadi mahasiswa di Jepang, hingga tips tips untuk meraih kesuksesan sebagai penerima beasiswa yang akan mengajak minna-san mengenal lebih dalam arti pentingnya beasiswa dan memotivasi minna-san untuk lebih percaya diri dalam berjuang mencari beasiswa.


Program Beasiswa Favorit

Pada umumnya beasiswa ke Jepang biasanya bertujuan untuk meringankan atau menekan jumlah tuition fee yang tinggi, biasanya berupa pemotongan biaya kuliah dari universitas atau institusi pendidikan terkait bagi calon pelajarnya sehingga membuat beberapa seleksi beasiswa yang menunjang dana bagi si pelajar secara full menjadi sangat difavoritkan.

1. Beasiswa Monbukagakusho

Program beasiswa dari kementrian pendidikan Jepang ini adalah salah satu yang menjadi dambaan bagi setiap pemburu beasiswa ke Jepang. Beasiswa yang disediakan memiliki banyak pilihan jurusan dan jenjang pendidikan yang beragam, seperti program research student (S-2 dan S-3), program Undergraduate (S-1), College of Technology (D-3) dikhususkan untuk lulusan SMA jurusan IPA, Professional Training College (D-2), teacher training, dan japanese studies (rekomendasi dari Universitas untuk mahasiswa jurusan sastra Jepang).  

Semua biaya pendidikan di Jepang akan digratiskan secara total oleh kementrian pendidikan Jepang, termasuk juga biaya keberangkatan berupa tiket pesawat kelas ekonomi p.p. Jakarta-Jepang. Tidak hanya itu lho minna-san, setiap penerima beasiswa ini akan mendapatkan uang saku sejumlah ¥117.000 (besaran dana pada tahun akademik 2012/2013) per bulan sebagai penunjang biaya hidup dan keperluan selama berada di Jepang, besaran ini akan berubah setiap tahunnya sesuai dengan kebijakan pemerintah Jepang.

2. Mitsui Bussan Scholarship

Beasiswa untuk jenjang S-1 ini diselenggarakan oleh salah satu perusahaan Sogo Shosa Mitsui and Co. atas kerjasamanya dengan perhimpunan alumni Indonesia dari Jepang (PERSADA). Pada tahun 2012 sebanyak 432 peserta mendaftar untuk memperebutkan beasiswa ini dan hanya dua orang yang berhasil sampai tahap terakhir dan diberangkatkan ke Jepang. Hampir sama dengan beasiswa Monbukagakusho, beasiswa ini mencover keseluruhan biaya penerimanya mulai dari biaya pendidikan, asuransi, tiket pesawat pulang pergi, dan besaran uang saku perbulan sebanyak ¥145.000

Penerima beasiswa akan menempuh pendidikan total selama 5,5 tahun di Jepang dan tidak di perkenankan untuk pulang ke Indonesia sebelum masa pendidikan tersebut selesai. Pada awal tahun pertama di Jepang tepatnya selama 1,5 tahun penerima beasiswa akan menempuh pendidikan bahasa Jepang secara intesif, barulah pada tahun berikutnya dipindahkan ke asrama universitas dan menetap disana selama 4 tahun masa pendidikan.  

3. Inpex Scholarship   

Jika Mitsui Bussan diberikan khusus untuk calon mahasiswa S-1 maka beasiswa yang satu ini khusus untuk mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 di Jepang. Beasiswa ini hanya untuk mereka yang telah belajar dibidang Natural Science serta memiliki prestasi yang bagus selama mengikuti pendidikan pada jenjang S-1.

Beasiswa dari Inpex ini tidak mengharuskan calon penerimanya memiliki keahlian bahasa Jepang saat mendaftar dan juga tidak ada tes keahlian bahasa Jepang pada saat seleksi. Tes pun berupa pengiriman berkas berkas kepada Inpex Foundation yang berada di Tokyo, selanjutnya akan diteruskan oleh pihak Inpex kepada universitas tujuan dan seleksi akhir akan ditentukan oleh berkas yang terpilih.
Tidak ada biaya yang perlu ditanggung oleh penerima beasiswa, mulai dari keberangkatan, biaya hidup perbulan dengan tunjangan ¥160.000, dan tunjangan kedatangan sebesar ¥60.000 akan diberikan kepada penerima beasiswa saat sesampainya di Jepang.

Ada banyak jalan dan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang, yang terpenting adalah jangan pernah lelah berburu beasiswa apa lagi minder duluan dengan berpikiran kalo beasiswa itu cuma untuk mereka yang pinter, itu salah besar minna-san!! Mereka yang bisa memaksimalkan kesempatan lah yang bisa mendapatkannya. Ini ada sebuah kutipan nyata lho minna-san dari seorang teman semasa SMA yang menjadi penerima beasiswa pernah berkata “Kalo emang beasiswa cuma untuk orang pinter, masa iya orang pinter gak lulus di SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri)??” jadi…. Apa minna-san mulai tertarik berburu beasiswa ke Jepang? Ganbatte minna-san!! :)      

Site Reference:
          
Author:
Hamyo 

Image By

Bulan Agustus mulai memasuki masa masa akhir, teriknya matahari musim panas di Jepang akan segera tertutupi oleh awan tebal dan dinginnya angin musim gugur mulai tidak sabar menunggu untuk menghembus daun daun dipepohonan yang akan segera menguning. Saat yang tepat untuk menikmati sisa sisa kemeriahan musim panas yang hampir mencapai puncaknya, berbagai macam festival musim panas digelar secara meriah sebagai penutup untuk mengucapkan selamat tinggal dan sampai jumpa lagi di musim panas tahun depan.

Hanabi, parade omikoshi, festival Gion yang sangat terkenal dan berbagai macam kemeriahan natsu matsuri lainnya satu persatu berlalu. Seperti halnya momen disetiap matsuri musim panas yang menjadi kenangan tak terlupakan, ada hal lain yang patut dinanti dan membuat musim panas ditunggu kembali kedatangannya ditahun depan, hal tersebut adalah makanan khas matsuri yang turut menjadi bagian tak terpisahkan dalam memeriahkan suatu matsuri.

Makanan makanan ini biasanya menjadi jajanan ringan untuk menemani saat berkeliling menikmati hangatnya musim panas di tengah kemeriahan suatu matsuri. Stand stand penjual makanan atau yang biasa disebut sebagai Yatai ini berjejer rapi disisi kiri dan kanan, lalu Apa saja makanan khas natsu matsuri yang biasa dijajakan dan menjadi bagian dari aroma musim panas di Jepang ini?

1. Takoyaki

Bola bola tepung panas ini adalah salah satu makanan paling terkenal yang dijajakan sebagai jajanan khas matsuri. Takoyaki merupakan salah satu kuliner yang berasal dari Osaka, menjadi salah satu makanan wajib yang harus ada ketika sebuah matsuri atau bunkasai sedang diadakan. Tiidak akan sulit bagi minna-san untuk menemukan makanan ini ketika berkunjung ke sebuah matsuri, panasnya bagian dalam dari bola bola tepung yang berisi cumi cumi ini bisa menjadi cemilan saat berkeliling menikmati suasana matsuri.

2. Okonomiyaki

Pancake ala Jepang atau pizza ala Jepang atau….. apalah hal hal yang berbentuk bundar dan menyerupai makanan ini tinggal minna-san tambah dengan kata “ala Jepang” dibelakangnya untuk mendeskripsikan makanan yang satu ini (gak gitu juga sih). Terlepas dari perdebatan okonomiyaki style terbaik antara Hiroshima dan Osaka, makanan ini tidak bisa dipungkiri adalah salah satu yang bersaing dengan takoyaki jika dijajakan. Kepopuleran okonomiyaki membuat kebanyakan pencinta kuliner Jepang masih bertanya, okonomiyaki yang manakah yang terbaik antara Hiroshima style dan Osaka style. Kembali lagi kepada arti dari okonomiyaki yang berasal dari kata “okonomi” memiliki artian “seperti yang anda inginkan”” jadi Bagaimana jika kita berhenti berdebat dan mulai menyantap okonomiyaki dengan style yang “seperti keinginan anda” baik itu Hiroshima style maupun Osaka style, ya….. selagi masih hangat “Itadakimasu!”

3. Yakitori


“Sate? Apakah itu dirimu, oh…. Sate?” oh ternyata bukan minna-san, jika dilihat sekilas saja makanan khas matsuri yang satu ini memang memiliki kemiripan dengan kuliner sate dengan ciri khas daging ayam tusuk yang dipanggang. Bagi minna-san yang sudah terlanjur menjadi penggemar sate, mungkin jangan terlalu berharap kepada kuliner ini karena tidak seperti sate Yakitori tidak memakai bumbu bumbu rempah yang akrab dengan kebanyakan lidah kita, yakitori pada umumnya hanya menggunakan siraman soy sauce yang telah dicampur dengan mirin (sejenis cuka masak yang mengandung alkohol), meskipun simpel tapi jangan salah minna-san, Yakitori juga salah satu makanan wajib dan sangat mudah didapati pada sebuah perayaan matsuri.

4. Yakisoba

Dibawa dari China pada sekitar abad ke-20, kini mie goreng ini telah menjadi salah satu makanan khas matsrui yang terkenal di kalangan masyarakat Jepang bahkan telah menjadi salah satu street food favorite di Jepang. Kemudahan menyantap mie juga kedekatan masyarakat Jepang dengan segala bentuk konsumsi makanan jenis mie mungkin menjadi alasan kenapa Yakisoba menjadi terkenal dan dekat dengan masyarakat Jepang, lagi pula siapa yang tidak suka makan mie? Apa lagi mie instan yang tinggal seduh *eh

5. Ikayaki

Lagi lagi Osaka menyumbangkan satu kulinernya yang menjadi makanan khas saat matsuri, Ikayaki atau Yaki Ika, entah bagaimana cara pengucapannya yang jelas makanan satu ini juga wajib dijajakan pada sebuah Yatai. Cumi cumi potong yang isi perutnya telah dibersihkan dan disusun kembali pada satu tusuk bambu, biasanya disajikan dengan ukuran utuh seluruh badan tanpa bagian tentakel nya.

6. Ringo Ame

Dari tadi bahas makanan goreng gorengan sama panggang panggangan terus nih, ayo kita beralih ke yang manis manis minna-san. Tentunya minna-san udah banyak yang tau dong makanan yang satu ini, “Ringo Ame” apel yang dibaluti dengan karamel  manis ini bisa menjadi pilihan lain bagi minna-san yang tidak terlalu suka berbagai makanan matsuri yang kebanyakan merupakan produk gorengan dan panggangan.

7. Watame

Tidak hanya di Jepang saja, permen kapas yang menjadi cemilan empuk dan manis ini hampir dapat ditemukan disetiap gelaran festival seperti karnaval. Memiliki tekstur dan tampilan yang lembut, empuk, sedikit lengket dan lumer ketika di makan menjadikan makanan ini cukup populer dikalangan anak anak jadi tidak heran ketika berkeliling disebuah matsuri minna-san akan banyak menemukan anak anak sedang memegang erat satu bungkus gumpalan Watame bersama mereka.

8. Choco Banana

Perpaduan antara coklat dan pisang itu memang salah satu inovasi terbaik yang diciptakan manusia!! Makanan ini sangat wajib untuk minna-san cicipi, satu stick pisang yang dilapisi coklat penuh pada semua sisinya ditambah lagi taburan mesis memang santapan yang bisa membangkitkan mood minna-san untuk lebih menikmati suasana matsuri.

9. Taiyaki

Ikan tapi bukan sembarang ikan minna-san, kue tepung berbentuk ikan ini memiliki berbagai macam rasa yang menjadi isi perutnya. Jika bagian terburuk dari seekor ikan adalah isi perut kebalikannya untuk ikan yang satu ini, berbagai macam rasa pada isi perut nya membuat makanan ini menjadi semakin nikmat tapi yang paling juara adalah isi perut dengan rasa kacang merah hangat, untuk rasa yang lain bisa minna-san abaikan.

10. Kakigori

Apa jadinya musim panas tanpa es serut dingin yang sangat segar ini. Serutan es yang disiram dengan sirup berbagai warna dan berbagai rasa yang bisa minna-san pilih sesuai dengan selera, sangat cocok untuk menambah semangat dan kesegaran minna-san dalam menghadapi teriknya cuaca saat musim panas atau setelah lelah berkeliling menikmati berbagai macam makanan dan permainan pada saat matsuri berlangsung.

Ayo apalagi yang minna-san tunggu, silahkan nikmati sisa sisa kemeriahan musim panas tahun ini dan sampai jumpa lagi di musim panas tahun depan!! Sayounara Natsu :)       

Site Reference:
Japan-Talk     

Author:
Hamyo 

 Image by

Yooooow Minna-san!
Kali ini boku mau berbagi info soal waktu – waktu yang tepat untuk berpegian ke jepang, dan tujuan tujuan hebat dalam waktu – waktu tertentu.
Yosh, langsung saja kita mulai!

Untuk menentukan waktu mengunjungi jepang, ada 2 hal utama yang baiknya dipertimbangkan. Keadaan suhu/cuaca/iklim dan tujuan. 2 hal ini berkaitan satu sama lain, secara erat. Misal, saat musim dingin, tentunya yang banyak tersedia adalah festival musim dingin dan ski, bukan melihat mekarnya bunga sakura, yang menjadi banyak incaran turis. Kegiatan ini pun adalah kegiatan spesial di bulan Maret – April, awal musim semi.

Untuk memulai, boku bakal ngejelasin beberapa tourist attraction yang cukup terkenal, dengan waktu berkunjungnya:

Melihat mekarnya bunga sakura (Hanami). Kegiatan terkenal ini adalah salah satu kegiatan incaran turis internasional, dan mungkin bisa dibilang salah satu andalan utama industri turisme Jepang. (Musim Semi, biasanya Ujung maret hingga ujung April, bervariasi di berbagai prefektur)

Sapporo Snow Festival. Festival musim dingin (Yuki-Matsuri) ini dikenal baik dengan adanya patung patung es berukuran kolosal (Festival ini jadwalnya pada minggu kedua bulan februari, pada tahun 2014 diadakan pada bulan Februari, tanggal 5-11)

Festival Obon. Festival ini diadakan pada tanggal 15 agustus (Kanto : 15 Juli). Festival ini diadakan untuk menghormati arwah leluhur. Terkenal dengan tarian Bon Odori, berbeda – beda pada aspeknya pada tiap wilayah.

Gion Matsuri. Festival yang paling terkenal, yang diadakan di tokyo. Float – float raksasa yang berjalan melalui jalan – jalan di dekat sungai Kamo adalah daya tarik utama festival ini. (Berjalan sepanjang Juli; parade float(utama) pada tanggal 17)

Ski. Di jepang terdapat beberapa tempat – tempat ski terkenal, seperti Happo-One dan Shiga Koogen. Tergantung tersedianya tempat ski dan iklim tempat yang bersangkutan


Selain 5 hal diatas, ada lagi banyak event atau festival yang menarik di jepang, tiap bulannya:
Januari: Tahun baru(Shoogatsu), Seijin-no-hi(perayaan untuk anak yang sudah mencapai umur 20), Bonden-sai
Februari: Setsubun Matsuri, Yuki Matsuri(Banyak, selain Sapporo), Hachinohe Enburi
Maret: Melihat mekarnya phon Plum, Omizutori, Sagicho Matsuri
April: Takayama Matsuri, Kamakura Matsuri, Yayoi Matsuri
Mei: Golden week, Hakata Dontaku Matsuri, Takoage-Gassen, Kanda Matsuri, Asakusa Sanja Matsuri, Mifune Matsuri
Juni: Musim hiking di pegunungan Jepang, Sanno Matsuri
Juli: Musim pendakian gunung Fuji, Hachi-no-hi Matsuri
Agustus: Nebuta Matsuri, Awa-Odori Matsuri, Daimon-ji Gozan Okuribi, Festival kembang api musim panas, Perayaan hari bumi(Utama di pulau Sado-gashima)
September: Kishiwada Danjiri Matsuri Ozawara Kaze-no-bon Matsuri
Oktober: Kurama-no-hi Matsuri, Nagasaki Kunchi Matsuri, Jidai Matsuri, Nada no Kenka Matsuri
November: Shichi-Go-San, Tori-no-Ichi
Desember: Shogatsu, Chihitsu Yomatsuri, Kasuga Wakamiya On-Matsuri, Okera-Mairi Matsuri
Nah, tiap kegiatan ini akan dibahas di Okonomikatsu dalam waktu mendatang.

Cuaca dan Iklim

Untuk Cuaca dan iklim, perputarannya di Jepang cukup stabil. Pada bulan Januari dan Februari, musim dingin mulai berkurang, dan ski biasanya menjadi pilihan utama para turis. Pada bulan Maret, musim semi mulai datang, dan biasanya ditandai dengan mekarnya bunga pohon Plum. April adalah puncak musim semi, ditandai dengan mekarnya bunga Sakura. Bulan Mei adalah salah satu bulan terbaik untuk mengunjungi Jepang. Cuacanya hangat dan cerah di sebagian besar wilayah Jepang. Juni adalah bulan yang bagus untuk mengunjungi jepang. Suasanya cerah dan hangat. Pada bulan Juli, panas mulai datang, dan cuaca pun mulai menjadi cukup kering. 

Pada bulan Agustus musim panas menggapai puncaknya. Suhu biasanya panas, dan kering. Banyak Festival menarik diadakan di Bulan ini. Pada bulan September, suhu mulai menurun, dan cuaca mulai menjadi nyaman. Langit yang cerah membuat waktu ini menjadi waktu yang tepat untuk mengunjungi Jepang. Oktober adalah bulan terbaik yang selanjutnya. Cuacanya bisa jadi sejuk dan cerah. Pada bulan November, Jepang mulai ramai dengan pengunjung. Langit biasanya cerah, dan salju mulai berjatuhan di pegunungan. Pada bulan Desember, cuacanya sejuk dan dingin di penjuru Jepang, dan para penduduk mulai persiapan tahun baru. Sebagian besar toko tutup, namun akomodasi dan transport masih beroperasi.

Nah, demikian dulu topik hari ini. Semoga infonya bermanfaat buat minna-san, ya!
Sampai Jumpa lagi di waktu yang dekat, jaa~

P.S.: Untuk seri Living In Japan akan segera boku lanjutkan, soalnya bahan risetnya cukup banyak, dan sedikit ribet. Gomen, Minna-san!

Site Reference:
JNTO
Japan-Guide
Bonodori

Book: Japan - Lonely Planet (Rowthorn, Chris; Bender, Andrew; Crawford, Laura)

Author:
Kevin 

“Buanglah sampah pada tempatnya” kaliamat yang sudah sering minna-san dengar sebagai himbauan untuk menjaga kebersihan ini tentunya akrab di telinga minna-san, lalu bagaimana orang Jepang menyikapi kalimat ini? “Buanglah sampah pada golongannya” ini mungkin lebih tepat untuk mereka. Jangankan membuang sampah sembarangan, membuang sampah pada sembarang tempat sampah pun termasuk menyalahi peraturan!!

Pemerintah Jepang sangat ketat dalam membuat peraturan tentang kebersihan dan pengolahan sampah, namun peraturan yang sangat ketat dan cukup rumit ini menjadi tantangan yang cukup menyulitkan bagi para pendatang asing yang baru menetap di Jepang. Seberapa sulit dan ribetnya membuang sampah di Jepang? coba bayangkan jika minna-san baru saja pindah dan menetap di sebuah daerah di Jepang, minna-san telah seharian membersihkan rumah dan mengumpulkan satu kantong plastik besar yang dipenuhi oleh sampah di tempat tinggal minna-san, kemudian perlahan minna-san membawanya ke tempat pembuangan terdekat. Berharap menemukan tempat pembuangan sampah berupa tanah lapang yang dipenuhi gundukan gundukan sampah akan tetapi yang minna-san temui malah ada lebih dari 7 tong sampah dengan label gambar golongan sampah yang berbeda di sisi depannya.

Begitulah minna-san, membuang sampah di Jepang tidak sesimpel memilah sampah organik dan anorganik apalagi menyatukan semua jenis sampah kedalam satu bak sampah besar. Penggolongan sampah di Jepang cukup rumit, terlebih lagi peraturannya berbeda dari satu kota dengan kota lainnya. Hal ini tergantung kebijakan dari pemerintah lokal daerah setempat, bahkan di Kamikatsu penggolongan jenis sampah ini mencapai 44 tipe!! Bisa dibayangkan berapa lama minna-san akan beridiri memegang botol minuman yang sudah kosong karena kebingungan untuk membuangnya ke tempat sampah yang tepat.

Di Jepang, pada umumnya sampah digolongkan menjadi sampah yang dapat dibakar (burnable), sampah yang tidak dapat dibakar (non-burnable), dan sampah daur ulang.  Sekali lagi tidak ada definisi jenis yang pasti untuk memilah sampah mana yang masuk kedalam burnable atau non-burnable ini karena itu tergantung dari peraturan pemerintah lokal setempat jadi akan berbeda beda di setiap daerah. Untuk sedikit membantu minna-san dalam penggolongan ini biasanya setiap produk kemasan yang dapat didaur ulang mencantumkan label label berikut ini pada kemasannya:


Untuk mempermudah para pendatang biasanya setiap pemerintah lokal daerah setempat menyediakan penyuluhan atau sosialisasi khusus bagi para pendatang untuk memberikan informasi tentang tata cara pengolahan sampah ini. Pastikan juga minna-san menghubungi local office di daerah tempat minna-san menetap, jika minna-san beruntung beberapa pemerintah lokal juga menyediakan pamphlet berbahasa Jepang ataupun inggris yang berisi petunjuk lengkap khususnya untuk penggolongan sampah ini dengan menggunakan gambar sehingga akan sedikit mempermudah minna-san jika belum terlalu mengerti bahasa Jepang.


Pengumpulan sampah rutin oleh petugas kebersihan juga terkadang cukup membingungkan karena tidak setiap harinya minna-san bisa seenaknya mengumpulkan setiap golongan sampah yang sudah minna-san pilah pada plastik sampah untuk diserahkan kepada petugas kebersihan.  Biasanya sampah (burnable) akan diangkut oleh petugas sampah tiga kali dalam seminggu sedangkan untuk sampah (non-burnable) hanya satu kali dalam seminggu dan sekali lagi tentunya jadwal ini tergantung dengan daerah dimana minna-san tinggal.

Pastikan minna-san memilah sampah untuk di daur ulang dengan tepat dan mengumpulkannya kedalam plastik sampah daur ulang yang dapat minna-san beli seharga 40-60 yen, jika minna-san mengumpulkan golongan sampah yang salah pada saat hari pengumpulan, maka sampah minna-san tidak akan diangkut oleh petugas kebersihan. 

Untuk sampah daur ulang berupa kertas Koran, majalah, ataupun buku tidak dapat minna-san kumpulkan begitu saja dalam satu plastik sampah tadi, melainkan minna-san harus memisahkannya dengan cara menumpuk dengan rapi kertas kertas Koran tersebut lalu diikat kuat agar tidak terpisah. Beberapa pemerintah lokal memiliki kebijakan untuk menuliskan nama serta alamat pemilik sampah Jika golongan sampah tidak sesuai maka sampah tersebut akan dikirim kembali ke pada pemiliknya, bayangin deh minna-san dapat paket kiriman sampah ke tempat tinggal minna-san gimana tuh rasanya?

Lalu bagaimana dengan sampah sampah besar seperti mobil yang sudah rusak dan tidak terpakai? Biasanya para pengendara mobil di Jepang menyerahkannya kepada pabrik mobil untuk didaur ulang kembali, biaya yang dikeluarkan tidaklah murah bisa mencapai 7.000 hingga 18.000 yen minna-san!! Hmmm….. mungkin ini salah satu alasan kenapa orang Jepang lebih suka naik transportasi umum terutama kereta, ya… ya… bisa jadi!!

Ribetnya sistem daur ulang dan pengolahan sampah di Jepang tentunya untuk satu tujuan yang baik pula. Hasilnya, dapat dikatakan Jepang memiliki sistem pengolahan sampah dan daur ulang terbaik di dunia dengan hampir 50% tingkat daur ulang pada material bekas yang sudah tidak terpakai lagi, tuh ecofriendly banget kan minna-san.  

Penggolongan sampah yang ribet tentunya juga bertujuan untuk memudahkan proses ini, sehingga peran masyarakat Jepang yang rela ribet untuk membuang sampah juga berpengaruh besar dalam pencapaian ini. Jadi gak apa apa dong ribet kan untuk kebaikan kita dan lingkungan tempat kita tinggal nih minna-san, kalo uda di Jepang gak ada lagi deh pertanyaan “sudah membuang sampah pada tempatnya belum?” Itu sih sudah gak level lagi bagi mereka minna-san, mereka sudah step to the next level jadi “sudahkah buang sampah pada tempat sampah yang tepat?” terus….. pertanyaan pun tertuju pada diri kita masing masing nih minna-san, “sudahkah berpikir untuk membuang sampah minimal pada tempatnya?” Douzoo….

Site Reference:
Japan-Guide

Author:
Hamyo 

Pemberian hadiah bisa menjadi salah satu simbol dalam sebuah kekerabatan atau kedekatan. Suatu hadiah juga menjadi salah satu media dalam menjalin hubungan baik, di Jepang pun juga memiliki tradisi saling berbagi yang kuat antar sesamanya sehingga tidak heran jika saling memberi hadiah antar sesama kerabat dekat di Jepang sudah sangat lumrah. Namun tata cara atau etika pemberian hadiah di Jepang tentu saja memiliki perbedaan dan terkadang bisa membingungkan bagi kebanyakan dari kita ketika harus menyesuaikan diri dengan tradisi memberi hadiah ini. Jangan sampai niat baik minna-san untuk mempererat kekerabatan dengan seorang teman dari Jepang malah berdampak buruk pada hubungan kekerabatan minna-san, bukan karena dia tidak suka dengan hadiah yang minna-san beri akan tetapi karena hadiah itu tidak sesuai dengan tata cara yang ada dalam etika kebudayaan mereka.

Mungkin saja si penerima hadiah memiliki toleransi untuk memaklumi minna-san sebagai seorang pendatang, akan tetapi bukankah lebih bagus lagi jika niat baik minna-san tersebut dibarengi dengan pemahaman yang baik tentang kebudayaan mereka. Meskipun tidak secara langsung, hal tersebut bisa membuat mereka jauh lebih menghargai minna-san.

Di Jepang ada beberapa situasi atau pun event di mana seseorang harus memberikan hadiah kepada para kerabat mereka, sekali lagi terkadang culture lag menjadi momok bagi minna-san yang masih lumrah dengan hal ini, tapi jangan kawatir minna-san karena Jika ada gula maka akan selalu ada semut jadi jika ada tradisi maka akan selalu ada petunjuk atau tata cara dalam menjalankannya, beruntungnya Jepang tidak pernah lepas dari hal ini. Berikut ini berbagai macam situasi serta tata cara untuk memberikan hadiah dalam kebudayaan masyarakat Jepang, pelajarilah sebelum memutuskan untuk membelanjakan uang minna-san di toko hadiah terdekat.

Ochugen



Ochugen dapat diartikan sebagai hadiah pertengahan tahun, biasanya periode ini jatuh pada pertengahan tahun sekitar tanggal 15 Juli . Ochugen menjadi salah satu tradisi saling memberi hadiah yang paling terkenal di Jepang, orang orang di Jepang akan memberikan hadiah kepada kerabat yang mereka kenal sebagai rasa terimakasih atas hutang budi dari jasa jasa yang telah mereka berikan. Ochugen bisa dalam bentuk makanan ataupun barang akan tetapi hadiah yang sangat populer diberikan sebagai Ochugen adalah komoditas atau barang yang diproduksi langsung oleh pabrik atau produsen dan dapat diantarkan langsung kepada si penerima hadiah, ini disebut sebagai “Sanchokuhin”.

Jika minna-san tidak sanggup menyediakan “Sanchokuhin” minna-san juga dapat menggantinya dengan minuman seperti bir ataupun jus karena berhubung hadiah "Ochugen" ini diberikan bertepatan dengan musim panas di Jepang maka produk produk minuman akan sangat dihargai si penerima hadiah. Barang barang kebutuhan sehari hari seperti minyak goreng, sabun, ataupun bumbu bumbu dapur yang merupakan bahan pokok juga dapat minna-san berikan sebagai Ochugen. Harga dari barang barang tersebut bisa sangat bervariasi akan tetapi biasanya berkisar antara 2000 yen hingga 5000 yen, nilai ini disesuaikan dengan seberapa dekat atau eratnya hubungan kekerabatan antara si pemberi dan penerima hadiah.


 
Setelah mengemas Ochugen pada sebuah tempat seperti kotak, lalu tempelkanlah “noshi” pada kotak tersebut. “Noshi” merupakan kertas untuk menulis nama minna-san sebagai orang yang memberikan hadiah tersebut pada bagian bawah kertas, lalu pada bagian atas kertas dapat minna-san tulis “Ochugen” yang menandakan minna-san memberikan hadiah itu sebagai Ochugen.

Oseibo



sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Ochugen hanya saja waktu memberikannya adalah di penghujung tahun, sekitar tanggal 5 dan 20 Desember. Tata cara menyiapkan hadiah ini juga sama seperti Ochugen yaitu dengan menempelkan “Noshi” dan menuliskan nama minna-san dan ingat untuk mengubah tujuan hadiah sebagai “Oseibo” dengan menuliskannya pada bagian atas kertas.


Hadiah yang bisa minna-san jadikan sebagai Oseibo pun tidak jauh berbeda dengan Ochugen, biasanya produk yang bisa dikonsumsi seperti bir atau produk lokal seperti buah buahan dan juga produk kebutuhan sehari hari seperti sabun dan bumbu dapur. Akan tetapi harap minna-san ingat, Oseibo tidak sama dengan hadiah yang diberikan ketika Natal.

Lalu apa perbedaan Oseibo dan Hadiah natal? Oseibo diberikan sebagai tanda terima kasih kepada orang orang atau kerabat yang telah memberikan kebaikannya kepada minna-san sepanjang tahun dan bersifat lebih ke aspek pekerjaan seperti teman kantor, klien kerja, atau orang yang minna-san anggap berjasa seperti dokter langganan minna-san, sedangkan Hadiah natal bersifat lebih pribadi sehingga pihak yang menjadi penerima hadiah dibatasi hanya kerabat terdekat seperti anggota keluarga, teman dekat, dan pacar.

Otoshidama


Jika Ochugen merupakan hadiah di akhir tahun maka Otoshidama adalah hadiah yang diberikan di awal tahun baru. Tepatnya pada tanggal 1 hingga 3 Januari, para orang dewasa di Jepang memberikan hadiah sejumlah uang kepada anak anak. Biasanya ketika berkunjung ke rumah teman atau kerabat, maka otoshidama akan diberikan kepada anak anak mereka.

Jumlah uang yang biasanya diberikan minimal 1000 yen dan harus uang lembaran/kertas, uang receh atau koin tidak diperbolehkan diberikan sebagai Otoshidama. Banyak uang yang diberikan disesuaikan dengan umur mereka yang menerima, biasanya anak yang lebih tua mendapat jumlah uang yang lebih banyak akan tetapi pada saat ini kebanyakan jumlah uang ini disamakan agar tidak terjadi pertengkaran antara kakak dan adik.

Uang kertas tadi dilipat menjadi tiga bagian sehingga ukurannya sesuai untuk dimasukkan kedalam amplop warna warni yang digunakan untuk Otoshidama ini. Minna-san bisa melihat video dibawah ini untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara mempersiapkan Otoshidama, douzoo….


Menurut survey yang diadakan oleh “Kumon Children research institute” rata rata seorang anak usia sekolah dasar di Jepang dapat mengumpulkan uang sekitar 1000 hingga 5000 yen dari Otoshidama yang ia dapatkan dan anak usia SMP hingga SMA dapat mengumpulkan hingga 10 ribu yen!!


Omiyage


Ketika minna-san kembali dari urusan bisnis di luar kota atau bahkan di luar negri, juga pada saat minna-san mengunjungi Jepang dan menginap di rumah salah satu kerabat atau teman minna-san yang berada di sana, maka ada baiknya jika minna-san membawa sebuah hadiah yang menandakan rasa hormat dan terima kasih minna-san atas kebaikan mereka yang telah menyediakan tempat untuk minna-san. Hadiah ini biasa disebut sebagai Omiyage yang juga bisa dikatakan sebagai buah tangan, karena biasanya hadiah yang dijadikan sebagai Omiyage adalah barang barang yang menjadi produk lokal dari tempat asal minna-san.

Omiyage biasanya merupakan produk produk lokal yang menjadi ciri khas sebagai produk oleh oleh dari penduduk lokal setempat. Setiap daerah di Jepang tentu memiliki Omiyage yang berbeda, produk lokal ini biasanya dibawa sebagai oleh oleh kepada anggota keluarga atau pun teman minna-san setelah minna-san kembali dari sebuah perjalanan atau liburan di suatu daerah. Omiyage non makanan seperti aksesoris, kerajinan tangan, atau souvenir mungkin lebih sering kita kenal sebagai cindera mata. Tidak sulit untuk menemukan toko yang menjual Omiyage di suatu daerah di Jepang, Omiyage bisa sangat bervariasi mulai dari panganan seperti kue sampai pada kerajinan tangan unik khas penduduk lokal jadi minna-san memiliki cukup banyak pilihan untuk dibawa sepulang dari perjalanan minna-san. 

Cukup sulit untuk mendefinisikan satu per satu situasi dan kondisi dimana kita harus memberikan hadiah, bahkan di Jepang ketika seorang laki laki mendapatkan hadiah dari pacarnya saat hari valentine maka ia harus menggantinya dengan memberi hadiah kepada si perempuan dengan harga tiga kali lipatnya dari yang ia terima dikemudian hari tepatnya satu bulan setelahnya yaitu pada saat perayaan white day. Dengan membiasakan diri minna-san akan dapat memahami secara keseluruhan tradisi ini, yang terpenting adalah cara minna-san membawa diri ketika menghadapi kebudayaan yang berbeda. Dengan sedikit pemahaman yang sudah minna-san dapat setidaknya itu akan lebih mempermudah minna-san. Jadi… apa minna-san sudah memutuskan hadiah yang akan diberikan? Douzoo…. :)


Site Reference:
Japanguidebook

Author:
Hamyo