Diberdayakan oleh Blogger.


Kalo cerita tentang pengalaman selama berkunjung di negri sakura emang gak bakal pernah ada habisnya. Pesona negri sakura sebagai destinasi wisata memang tidak pernah redup untuk menarik jutaan turis asing dari berbagai belahan Negara di dunia setiap harinya, meskipun kepariwisataan Jepang sempat dikejutkan dengan dampak signifikan gempa besar tohoku pada tahun 2011 yang menyebabkan kebocoran pusat reaktor nuklir di fukushima tidak membuat niat para turis asing berhenti untuk menginjakkan kaki mereka di negri matahari terbit ini.

Para turis asing datang ke Jepang dengan berbagai alasan, terpikat dengan kentalnya pesona tradisi dan kompleksnya sejarah panjang negri sakura yang menyimpan jutaan kisah untuk diceritakan ataupun mereka yang berkunjung untuk menikmati Jepang masa kini sebagai salah satu Negara kiblat teknologi dunia dan surganya pecinta pop culture. Mereka yang berkunjung ke negri sakura pastinya datang dengan berbagai alasan berbeda dan akan pulang membawa cerita yang tak sama pula, pesona negri sakura memberikan para turis hal yang berbeda kepada satu dan yang lainnya untuk kemudian diceritakan sekembalinya mereka ke negaranya masing masing.

Akan tetapi banyak pula mereka yang memiliki cerita yang sama, hal yang paling umum untuk dibawa pulang baik sebagai kenang kenangan ataupun sekedar sebagai penanda “waktu itu saya pernah datang ke sini” oleh para turis. Foto, masih menjadi media paling difavoritkan untuk mengabadikan kenangan terutama saat dalam perjalanan, apalagi saat berkunjung ke Jepang yang menawarkan banyak sekali tempat tempat menarik untuk diabadikan sebagai sebuah momen dalam foto.

Dari sekian banyaknya tempat tempat wisata di negri sakura, tentunya hanya beberapa dari tempat tempat wisata tersebut yang selalu dipenuhi oleh turis asing tiap harinya tanpa mengenal peak season dan low season, Tokyo adalah salah satunya. Capital city dari negri sakura ini menjadi kota paling padat penduduk dari sekian banyaknya kota kota di Jepang, menurut survey yang dilakukan pada tanggal 1 mei 2014 populasi penduduk di Tokyo mencapai 13,35 juta! Belum lagi padatnya kerumunan turis di setiap destinasi destinasi wisata utama di kota super modern Jepang ini.

Kepadatan populasi manusia di kota Tokyo dan ditambah dengan lonjakan turis yang mengunjungi spot spot wisata terkenal di kota ini semakin bertambah setiap tahunnya menyebabkan ruang gerak yang semakin sempit pula. Ruang gerak yang semakin sempit bukan berarti mengurangi antusiasme dan kadar narsis para turis asing yang berkunjung ke destinasi destinasi wisata di pusat kota Tokyo untuk mengabadikan momen mereka di berbagai macam landmark yang tersebar di berbagai penjuru Tokyo menjadi berkurang, tingkah para turis untuk mengekspresikan momen mereka lewat media foto memang beragam akan tetapi ada banyak kemiripan dalam cara mereka mengabadikan momen momen selama mereka berkunjung di Tokyo.

Berikut ini adalah tempat tempat wisata di Tokyo yang biasanya jadi sasaran utama bagi para turis asing yang berburu momen untuk diabadikan. Dimana saja tempat tempat dengan momen paling mainstream yang mereka abadikan kedalam sebuah foto?        

1. Bandara
 
Momen yang paling wajib untuk diabadikan adalah saat kedatangan di bandara. Terutama bagi para turis yang baru pertama kali berkunjung ke negri sakura momen kedatangan di bandara pastinya akan selalu menjadi salah satu yang paling spesial. 

Gerbang kedatangan di bandara
 
Tempat yang satu ini adalah spot favorit untuk mengabadikan detik detik menginjakkan kaki di negri sakura, terutama gerbang kedatangan airport yang ada tulisan “Welcome to Japan” biasanya sih lokasinya di deket elevator. Sering banget deh ditemukan para para turis dengan berbagai macam koper dan tas bawaannya yang sedang menuruni elevator dengan antusias berfoto dengan background tulisan “welcome to Japan” pada gerbang kedatangan ini.
Ekspresi muka para turis pada foto:
(Tipe Turis biasa) Umumnya ekspresi muka dengan senyum lebar penuh kegembiraan.

(Tipe Turis Emosional) Kalo turis yang satu ini biasanya mereka yang udah lama banget pengen ke Jepang dan akhirnya kesampean juga dengan menabung mati matian, biasanya ekspresi muka penuh dengan kesedihan dengan tetesan air mata kebanggaan mengenang pengorbanan selama menabung, puasa senin kamis demi memangkas pengeluaran untuk nyimpen budget selama berbulan bulan bahkan bertahun tahun.

+ tempat pemberhentian shuttlebus
 
Memang gak sepopuler gerbang kedatangan yang ada tulisan “Welcome to Japan”, tapi lumayan banyak juga turis yang mengabadikan momen kedatangan mereka di negri sakura di tempat ini.
Eksperesi muka: Wajah gembira meskipun sambil menahan tubuh yang sudah lelah karena jet lag dan pegelnya nyandang backpack super gede atau menyeret koper super berat.
 
2. Asakusa

 
Salah satu lokasi di pusat kota super modern Tokyo yang masih menyisakan sentuhan Jepang di masa lalu dengan bangunan kuil tradisionalnya ini memikat banyak turis asing untuk berkunjung, tidak heran asakusa menjadi salah satu spot wisata favorit yang biasanya masuk sebagai salah satu tujuan di list kunjungan yang ditawarkan oleh banyak paket tour wisata di luar Jepang sehingga membawa banyak sekali jumlah turis asing ke tempat ini. Spot untuk mengambil foto bagi para pengunjung pun termasuk beragam karena area asakusa yang cukup luas tapi beberapa tempat dibawah ini biasanya menjadi spot spot favorit untuk mengambil foto dan berfoto tentunya.

+gerbang Kaminarimon Asakusa
Pose Foto: Berdiri tegak lurus satu arah tepat di depan area gerbang atau tepat di bawah lampion merah super besar khas kaminarimon.

Ngeselinnya, ini berakibat buruk karena saking banyaknya turis yang foto tepat di bawah lampion besar ini membuat mereka secara tidak langsung menghalangi alur pengunjung yang keluar masuk area kuil.

+Kuil Sensoji
 
Pose foto: Turis yang biasanya foto di depan kuil sensoji memakai pose (pura puranya) lagi doa di depan kuil. Angle foto di spot ini kebanyakan diambil dari samping kiri atau kanan sehingga bisa kelihatan secara utuh pose (pura pura) lagi doanya.

Dampak buruk dari pose (pura puranya) lagi doa di depan kuil ini menyebabkan antrian yang sangat panjang di depan kuil sensoji karena biasanya mereka yang berfoto makan waktu lebih lama dari pada mereka yang bener bener berdoa di depan kuil.

3. Odaiba


Semenjak dibangunnya replika gundam skala 1 berbanding 1 membuat odaiba menjadi salah satu spot favorit para turis asing terutama mereka yang mungkin saja fans gundam sejak kecil.

+ Patung liberty


Di area odaiba juga ada satu replika patung liberty, meskipun bukan dengan skala 1 berbanding 1 dengan yang asli. Area di dekat patung ini juga mendapat perhatian khusus dari para turis yang ingin berfoto dan mengabadikan momen mereka di odaiba.

Pose foto:  (turis normal) beridiri di depan patung dengan background Rainbow Bridge.   

(turis dramatis) berdiri di depan patung tapi tidak menghadap kamera melainkan menghadap ke arah sungai dengan style foto candid.    

(turis Instagram) #libertystatue #notUSA #inJapan #odaiba #beautiful #freedom

(turis demen ngibul di socmed) upload foto berbarengan dengan update status: lagi di Amrik nih, keren banget!!

+ Gundam odaiba

Pose foto: pose simpel berdiri tepat di depan selangkangan gundam skala 1 berbanding 1 ini atau sambil menirukan pose tegap yang sama dengan replika gundam itu sendiri.

4. Dua menara
Meskipun Tokyo menawarkan banyak sekali tempat tempat menarik tapi entah kenapa dua menara andalan kota metropolitan modern ini tetap menjadi destinasi yang wajib dikunjungi oleh para turis asing, terutama mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di negri sakura ibarat kata belum mabrur deh ke Tokyo tanpa mengunjungi dua menara ini.

+Tokyo tower
Pose foto: diambil dari Angle rendah untuk menangkap background foto dengan ketinggian Tokyo tower secara utuh   

+Tokyo sky tree
Pose foto: hampir sama dengan para turis yang berfoto di depan Tokyo tower, mereka yang berfoto di Tokyo sky tree juga memiliki pose dan tehnik pengambilan foto yang sama dengan angle yang rendah akan tetapi karena Tokyo sky tree termasuk bangunan landmark baru, kebanyakan foto foto para turis di spot ini adalah foto model selfie dari bawah menara untuk memperlihatkan ketinggian Tokyo skytree sebagai background foto.
 
5. Shibuya
Distrik shopping paling terkenal se antero Jepang ini jadi inceran buat para turis shopaholic penggemar brand brand ternama Jepang dan dunia. Dipenuhi oleh berbagai macam outlet dan toko fashion terkenal dengan harga super mahal dengan lautan pejalan kaki yang menjajah hampir seluruh badan jalannya dan gedung gedung tinggi dengan design modern adalah daya tarik shibuya yang menjadi wajah iconic Jepang masa kini di mata dunia.

+Patung Hachiko

Kisah nyata mengharukan tentang anjing yang dipenuhi loyalitas untuk menunggu kedatangan majikannya di depan stasiun ini hingga akhir hayatnya membuat satu bagian kecil dari distrik shibuya ini menjadi tempat iconic untuk mereka yang saling menunggu di depan stasiun shibuya dan tempat favorit para turis asing di Jepang untuk mengabadikan momen ketika mereka berkunjung ke shibuya.

Pose foto: Tidak heran pose foto para turis yang mengabadikan momen mereka di tempat ini turut dipengaruhi oleh background kisah nyata sang anjing, biasanya para turis akan berpose layaknya sedang menunggu seseorang sambil berdiri di samping patung hachiko    

+Perempatan Shibuya
Ketika lampu hijau untuk para pedestrian menyala maka seluruh badan jalan di perempatan utama shibuya ini akan dipenuhi oleh lautan manusia yang menyebrang dari berbagai sisi persimpangan jalan.

Pose Foto: turis yang memilih untuk mengabadikan momen mereka di perempatan utama shibuya biasanya akan berfoto dengan menggunakan style foto candid. Berhenti sejenak di tengah zebracross, menatap ke arah bawah dengan sedikit menundukkan kepala, dengan kerumunan manusia yang sedang menyebrang dari segala penjuru disekitarnya dan bangunan 109 landmark dari distrik shibuya sebagai background.

Pose ini seolah olah menekankan kesan lost in japan, mungkin juga trend pose di tengah kerumunan para pedestrian shibuya ini dipengaruhi oleh salah satu film terkenal berjudul lost in translation.        

6. Akihabara
Meskipun berawal dari distrik penjualan elektronik di pusat Tokyo, distrik ini kemudian menjadi kiblat para wibu, otaku, pokoknya para pecinta pop culture Jepang dari seluruh penjuru dunia! Turis turis yang datang ke sini kebanyakan didominasi dari golongan tersebut.  
 
+Stasiun Akihabara
Pose foto: tepat berada di depan pintu gerbang utama stasiun dengan tulisan JR Akihabara Station sebagai background foto.

+AKB48 café and shop
Pose Foto: Biasanya menggunakan peace pose dengan dua jari membentuk huruf V. Posisi yang diambil saat berfoto di depan café ini biasanya di sisi samping kiri atau samping kanan frame foto dengan tujuan agar tidak menutupi tulisan AKB48 Café and Shop pada background.

Numpang foto aja udah cukup, gak perlu masuk ke dalem. Kalo mau masuk ke dalem café ini pastikan isi dompet setebel mungkin, bukan tebel karena kertas struk bukti pembayaran belanja bulanan juga sih.  

7. Tokyo Disneyland
 
It’s a small world after all!! It’s a small world after all yeeay! Disneyland bisa dikatakan salah satu tempat paling membahagiakan di muka bumi apalagi bagi para pecinta Disney, tapi bukan tempat dengan tarif masuk paling murah juga sih. Mungkin hikmah tersembunyi yang ingin disampaikan Disney bagi para pengunjung Disneyland yang terkandung pada harga tiket masuknya adalah, “Kebahagiaan itu mahal” ya… mahal, tepatnya 6400 yen.

+ Kastil Tokyo Disneyland

Pose foto: Apapun posenya yang pasti background Disney castle pada foto adalah wajib hukumnya, tidak sedikit juga para turis yang berfoto sambil menggunakan aksesoris kepala dengan bentuk telinga Mickey Mouse atau Minnie mouse dengan tambahan pita untuk pengunjung perempuan.

+ Air Pancur Tokyo Disneysea 
Pose foto: Biasanya spot foto paling favorit para turis di sini adalah berpose di depan air pancur dengan replika bola dunia berukuran besar di dekat pintu masuk utama Disneysea.

Masih ada banyak lagi tipe tipe pose dan spot spot foto paling mainstream di kota dengan destinasi wisata terkenal Jepang lainnya, untuk postingan yang akan datang kita bakal beralih ke Kyoto! Ibu kota Jepang di masa lampau dengan suasana yang berbanding terbalik dengan hiruk pikuk kota metropolitan Tokyo, gimana aja foto foto mainstream turis asing pengunjung Kota tradisional Kyoto? Simak terus di postingan okonomikatsu yang akan datang. Jya ne minna-san! Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya!
 
 
    Author:
          Hamyo