Diberdayakan oleh Blogger.

Kutukan Cinta Putri Kiyohime





Konbanwa mina-san, malem ini kita bakal bahas Kiyohime, tapi ini bukan ladies night loooh~. 
Walaupun seorang wanita tapi untuk bagian Kiyohime ini udah termasuk dalam bagian ledenda dan bisa juga termasuk cerita horor sih –‘. Yaudah langsung aja ya postingannya, Douzooooo~ 

Di tepi sungai Hidaka, terdapatlah sebuah kuil yang bernama Doujouji. Di sana hiduplah seorang biarawan muda bernama Anchin. Dia adalah saudara laki-laki Kaisar Suzaka, namun karena suatu hal dirinya diperintahkan untuk menjadi biarawan. Setap tahun Anchin melakukan ziarah ke Tiga Tempat Suci di Kumano, dan merupakan kebiasaanya untuk berhenti dan menginap di desa Musago. Pemilik penginapan tersebut memiliki seorang putri yang jelita bernama Kiyohime. Anchin senang bermain dengannya, memanjakan dan memberinya hadiah pada kunjungannya setiap tahun. Dia tak tahu bahwa rasa tertarik Kiyohime kecil seiring dengan berlalunya waktu berubah menjadi cinta.

Di dalam suatu kunjungan, Anchin terkejut karena Kiyohime tiba-tiba menyatakan cinta padanya. Kiyohime meminta Anchin untuk menikahinya dan membawanya pergi. Anchin berusaha menjelaskan bahwa hal tersebut tak mungkin, karena dirinya telah berikrar, kemudian bergegas ke biara. Kiyohime menolak kata “tidak” yang dilontarkan Anchin sebagai jawaban. Dia kemudian mengejar-ngejar Anchin, tapi perilakunya itu membuat Anchin luluh, malahan mebuat Anchin semakin terdesak dan terganggu. Tak menyerah, Kiyohime pun meminta pertolongan roh mereka untuk mencari Anchin, namun Anchin berhasil lolos dari bahaya. Penolakan terus-menerus dari pria yang dicintainya namun Kiyohime menjadi gelap mata. Rasa cinta dihatinya sekejap berubah menjadi kebencian yang amat sangat. 


Kiyohime kemudian mendatangi kuil tempat Anchin berada. Anchin melihat kedatangan Kiyohime meminta bantuan biarawan lain untuk menyembunyikan di bawah lonceng besar kuil Doujouji dan menunggu dengan putus asa. Ketika Kiyohime menemukan tempat persembunyian Anchin, lonceng itu jatuh dan memerangkap Anchin sepenuhnya. Kemarahan dan kemurkaannya yang berapi-api mulai mengubah Kiyohime. Wajahnya berubah menyerupai hannya, dan tubuhnya berubah menyerupai seekor ular yang memancarkan api kemana-mana. Kiyohime telah berbah wujud itu lantas melilit loceng erat-erat dan memukul-mukulkan ekornya. Kekuatan pukulan dan api dari tubuh Kiyohime membuat lonceng perunggu itu tersebut berwarna putih menyala. Setelah peristiwa itu usai, dari dalam lonceng ditemukan debu putih sisa jenazah Anchin, namun tak ada sedikitun abu yang tersisa dari jasad Kiyohime.

Konon roh Kiyohime masih bergentayangan. Hingga empat ratus tahun sesudah peristiwa tersebut, kuil Doujouji tetap tak memiliki lonceng. Kemudian, sebuah lonceng baru dibuat untuk dipasang di kuil Doujouji. Namun saat lonceng itu dibawa, seorang penari shirabyoshi cantik muncul dan masuk ke dalam lonceng tersebut. Semua yang hadir  di tempat itu takjub karena sosok wanita tersebut hilang tanpa jejak.


Sejak saat itu lonceng kuil Doujouji tak pernah berbunyi layaknya lonceng kuil lainnya, melainkan meratap dan melolong dengan suara mengerikan. Setiap lonceng itu berbunyi, bencana menimpa Kii no Kuni (sekarang Prefektur Wakayama). Akhirnya lonceng tersebut diturunkan dan dikubur hingga dua ratus tahun kemudian Toyotomi Hideyoshi memerintahkan untuk menggali kembali lonceng tersebut dan membawanya ke kuil Myomanji, tempat dimana abu Sakyamuni Buddha diabadikan oleh kaisar Asoka dari India. Di sana, suara bacaan sutra tak terhenti-hentinya dilantunkan oleh para biarawan, dan loncen itu pun akhirnya berhenti berdenting dengan indah, seolah jiwa Kiyohime dan Anchin telah mendapatkan ketenangan. Lonceng tersebut hingga kini masih tetap berada di kuil Myomanji yang terletak di Kyoto. Dalam cerita cerita rakyat Kiyohime dikatakan bukan sosok yang jahat. Kiyohime diceritakan sebagai seorang wanita yang tersiksa karena cintanya


Nah mina-san untuk cerita ini banyak cerita yang berbeda awalnya, ada yang bilang kalo Anchin dan Kiyohime itu saling mencintai. Ada juga yang menceritakan kalo Kiyohime ngejar ngejar Anchin karena percaya sama candaan Ayahnya kalo Anchin itu calon suaminya dia, tapi semuanya ujungnya sama kok, Anchinnya tewas gara gara loncengnya dibakar. Nah pelajaran dari cerita kali ini yang punya pacar buruan deh putusin *eh :v. Yaudah kalo gitu sekian dulu ya ceritanya. Matta ne~


Author:
Faisal 

Bagikan artikel ini ke teman kalian :

1 komentar:

  1. kutukan cintanya begitu mengerikan , sampai dia rela membunuh orang yang dia cintai .

    BalasHapus