Kenapa sekarang Banyak Anime tidak ditayangkan di Indonesia? - Okonomikatsu

Post Top Ad

Jumat, 14 Juni 2013

Kenapa sekarang Banyak Anime tidak ditayangkan di Indonesia?



Minna san, apa kalian tahu kalian kalau dari sekian banyak Anime yang ada di Jepang, hanya sedikit saja yang berhasil lolos dan di tayangkan di Indonesia?
Itupun banyak sekali yang berhenti di tengah jalan tanpa ada kelanjutan ceritanya..

Yang membuat pemirsa kecewa dan marah – marah serta nge-spam mohon-mohon di Fans Page Facebook lalu lupa atas jasa “mereka” yang sudah menayangkan Anime Berkualitas di Indonesia yang sudah ratusan episode? Contohnya Anime One Piece yang saat ini berhenti di tengah jalan.

1. Biaya Lisensi atau Izin yang mahal
Coba pikir berapa banyak uang yang “mereka” habiskan untuk membeli lisensi satu episode Anime yang akan di tayangkan di Indonesia? Semua itu butuh biaya, dan harga yang tidak murah.

Bedasarkan investigasi Media Development Research Institute Inc, sebuah episode anime berdurasi 30 menit pada tahun 2010 menghabiskan dana sebesar 11.000.000 yen ($145,214). 

Berikut detail lengkapnya
Original work – 50,000 yen (sekitar Rp 5.000.000,00)
Script – 200,000 yen (sekitar Rp 20.000.000,00)
Direction – 500,000 yen (sekitar Rp 50.000.000,00)
Production – 2 million yen (sekitar Rp 200.000.000,00)
Animation Supervision – 250,000 yen (sekitar Rp 25.000.000,00)
Original Art – 1.5 million yen (sekitar Rp 150.000.000,00)
Animation – 1.1 million yen (sekitar Rp 110.000.000,00)
Post-production – 1.2 million yen (sekitar Rp 120.000.000,00)
Art (backgrounds) – 1.2 million yen (sekitar Rp 120.000.000,00)
Photography – 700,000 yen (sekitar Rp 70.000.000,00)
Sound – 1.2 million yen (sekitar Rp 120.000.000,00)
Materials – 400,000 yen (sekitar Rp 40.000.000,00)
Editing – 200,000 yen (sekitar Rp 20.000.000,00)
Printing – 500,000 yen (sekitar Rp 50.000.000,00)

kalo dijumlah totalnya lebih dari Rp 1 milyar rupiah!!
bahkan ini cuma untuk biaya buat satu episode anime, dan jika satu season anime terdiri dari 13 episode maka total biaya penayangannya bisa belasan milyar rupiah.

Jadi, Indonesia perlu bayar segitu kalo buat nayangin satu Anime yang punya 13 episode? Kalo ratusan episode kayak Naruto / One Piece bagaimana ?

Ya, nggak juga sih…….
Perhitungan di atas adalah Perhitungan Biaya Produksi untuk satu Anime, harga lisensinya ya sekitar beberapa persen dari harga produksi tersebut.

2. Sedikit Anime yang lulus Sensor
Quote:Sepertinya yang menjadi halangan TV tersebut menayangkan adalah masalah hak siar di Indonesia yang katanya “susah”. 

Anime One Piece yang terakhir kali di siarkan di GlobalTV katanya tidak diteruskan karena masalah hak siar dari badan sensor Indonesia. Menurut info yang saya dapat alasannya adalah karena dalam Anime tersebut banyak adegan kekerasan dan gambar yang tidak cocok untuk anak-anak. 

Mari kita tanggapi, sejujurnya anime tersebut ditujukan bukan untuk anak-anak, tetapi untuk remaja 15 tahun keatas. Hanya masalah cara pandang orang Indonesia saja yang salah. Kebanyakan orang menganggap bahwa semua yang berbau animasi adalah tayangan “anak”. Padahal kita tahu ada yang namanya “Hentai” yang khusus dibuat untuk dewasa, bayangkan jika “Hentai” yang isinya adalah Animasi Dewasa di tayangkan untuk anak.

3. perusahaan televisi adalah profit oriented
Tujuan utama mereka adalah mencari keuntungan. Tentu saja mereka hanya menayangkan acara yang sekiranya menguntungkan mereka. jadi, jika dalam penayangannya Anime tersebut pihak perushaan televisi tidak mendapatkan keuntungan maka Anime tersebut tidak akan ditayangkan.

Author:
Mahdi 

2 komentar:

  1. ironisnya sinetron yg berisi perselingkuhan & dendam-dendaman/free sex & bla bla bla tumbuh subur :p

    BalasHapus
  2. wahh mahal juga ya yang harus di bayar.

    BalasHapus

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here