Diberdayakan oleh Blogger.

Fuan no Tane: Ketika Urban Legend Menjadi Manga




Minna-san, PJ desu~ #alaidol #tampar . Apa kabar? Yak minggu ini ore hadir lagi di malam jumat dimana ore akan menakuti kalian semua dengan postingan yang bisa membuat bulu kuduk kalian berdiri. Hiiii....

Manga yang akan ore bahas minggu ini adalah Fuan no Tane. Fuan no Tane sendiri artinya seeds of anxiety atau dalam bahasa indonesia nya biji #duak ehm... bibit kegelisahan. Manga ini dibuat oleh Masaaki Nakayama pada tahun 2004. Manga ini bercerita tentang "Urban Legend" yang diceritakan dari mulut ke mulut. Menariknya, Tiap cerita dari manga ini dituangkan hanya dalam 2 hingga 10 halaman saja. memang pendek tapi kalo sudah baca, dijamin feel kengeriannya gak kalah sama manga horror lainnya.





contoh cerita yang ada di Manga ini adalah chapter "School" dimana dalam chapter ini berisi kumpulan "Urban Legend" yang menghantui sekolah, mulai dari kemunculan kepala besar yang melayang, mata yang mengintip dari celah pintu kelas, hingga makhluk gak jelas dengan wajah yang dibungkus kantong kain yang memaksa anak yang telat pulang sekolah untuk bermain bersamanya. Hiiiii....



Jadi (iya minna-san, review kali ini pendek soalnya kalo kepanjangan spoiler parah), Manga yang terdiri dari 3 Volume ini wajib kalian baca kalo kalian mau menantang adrenalin kalian. Kalo dari ore sendiri, ceritanya cukup jelas walau ada yang menggantung beberapa. Makhluk yang ada di manga ini bener bener makhluk "Urban Legend" yang ada di Jepang dan banyak dari makhluk ini kisahnya belum beredar hingga mancanegara. Rata rata tiap kisah punya Makhluk tersendiri yang unik dan baru, sehingga intensitas kengerian akan tetap terjaga. Yah, tapi ada sih satu cerita yang cukup sedih menurut ore. buat kalian yang mau pergi ke Jepang kurang disarankan baca Manga ini karena ini "Urban Legend"! Hiiiii.....

buat yang kekeuh kepo baca manga ini, ore kasih linknya disini

Author:
PJ 

Bagikan artikel ini ke teman kalian :

1 komentar:

  1. meskipun hanya manga tapi jika bergenre horor tetap saja seram ya.

    BalasHapus